


Info Penting BKR
- Rekap Elsimil Catin Tahun 2025
- Rekap Status Keaktifan Poktan BKR dan PIK Remaja
- Pendataan Poktan PIK-R dan BKR
Jadwal VM
- 7 Mei 2026 – TAMASYA di Kerabat Seri 13 : Pencegahan Kekerasan pada Anak Usia Dini
- 5 Mei 2026 – PIK-R LEARNING HUB VOL.4 : “Youth Life Balance: Hustle Culture Bikin Remaja Kehilangan Arah”

- 22 April 20206 – AI untuk Content Creation Edukasi GenRe: Dari Ide ke Konten Siap Publish

- 17 April 2026 – PIK-R LEARNING HUB EDISI SPESIAL“Remaja PIK-R Melek Hukum: Cegah dan Hadapi Kekerasan Seksual”

- 9 April 2026 – Kelas Cinta Tanpa Nikah Dini Seri 2

Bina Keluarga Remaja (BKR)
Bina Keluarga Remaja (BKR) adalah program pembinaan keluarga yang memiliki anak usia remaja (±10–24 tahun yang belum menikah). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua agar mampu membimbing remaja menghadapi masa transisi menuju dewasa.
Tujuan utama
- Meningkatkan peran orang tua dalam pengasuhan remaja
- Membantu keluarga memahami tumbuh kembang remaja
- Mencegah berbagai perilaku berisiko pada remaja (pernikahan dini, seks pranikah, narkoba, kekerasan, dll)
- Membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan remaja
Kegiatan utama
Beberapa materi yang biasanya dibahas dalam kegiatan BKR antara lain:
- Perkembangan fisik, psikologis, dan sosial remaja
- Komunikasi efektif orang tua–remaja
- Pendidikan kesehatan reproduksi
- Penguatan karakter dan perencanaan masa depan
- Pencegahan perilaku berisiko
Program ini dilaksanakan melalui kelompok-kelompok kegiatan di masyarakat yang disebut Kelompok BKR (Poktan BKR).
2. Poktan BKR (Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Remaja)
Poktan BKR adalah wadah kegiatan masyarakat yang berfungsi sebagai tempat pelaksanaan program BKR di tingkat desa/kelurahan.
Karakteristik Poktan BKR
- Beranggotakan orang tua yang memiliki remaja
- Dikelola oleh kader BKR
- Dibina oleh penyuluh KB / petugas lapangan
- Biasanya terintegrasi dengan kelompok kegiatan lain seperti BKB, BKL, atau UPPKA
Fungsi Poktan BKR
- Tempat belajar bersama bagi orang tua tentang pengasuhan remaja
- Media diskusi mengenai masalah remaja
- Pusat informasi keluarga terkait kesehatan reproduksi dan perkembangan remaja
- Sarana pemberdayaan keluarga agar mampu mendampingi remaja secara optimal
Kegiatan biasanya dilakukan secara pertemuan rutin (bulanan) dengan metode penyuluhan, diskusi kelompok, dan berbagi pengalaman.
3. PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja)
PIK-R adalah wadah kegiatan yang dikelola oleh dan untuk remaja yang berfungsi sebagai pusat informasi dan konseling tentang kehidupan remaja.
Program ini merupakan bagian dari Program Generasi Berencana (GenRe).
Tujuan PIK-R
- Memberikan informasi yang benar kepada remaja
- Menjadi tempat konsultasi bagi remaja
- Membangun remaja sebagai peer educator dan peer counselor
Materi utama PIK-R
Umumnya berkaitan dengan TRIAD KRR, yaitu:
- Seksualitas
- HIV/AIDS
- NAPZA
Selain itu juga membahas:
- Pendewasaan usia perkawinan
- Perencanaan kehidupan berkeluarga
- Life skill remaja
- Kepemimpinan dan pengembangan diri
Lokasi PIK-R
Biasanya berada di:
- Sekolah (SMP, SMA, SMK)
- Kampus
- Karang taruna
- Komunitas remaja
4. Forum GenRe (Forum Generasi Berencana)
Forum GenRe adalah organisasi atau wadah yang menghimpun remaja penggerak program GenRe di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Fungsi Forum GenRe
- Koordinasi antar PIK-R
- Penggerak kampanye GenRe di kalangan remaja
- Advokasi program remaja kepada pemerintah dan masyarakat
- Pengembangan kapasitas remaja sebagai agen perubahan
Kegiatan Forum GenRe
Contoh kegiatan yang sering dilakukan:
- Kampanye kesehatan reproduksi remaja
- Edukasi pencegahan pernikahan anak
- Pelatihan peer educator
- Jambore atau pertemuan remaja
- Pengelolaan media sosial edukasi remaja
Forum ini berperan penting sebagai motor penggerak remaja dalam menyebarkan pesan GenRe.
5. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) adalah gerakan nasional untuk menguatkan peran ayah dalam pengasuhan anak dan keluarga.
Program ini bertujuan mengatasi fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak.
Tujuan GATI
- Meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan
- Membangun hubungan emosional ayah dan anak
- Menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas
- Mendukung tumbuh kembang anak secara optimal
Bentuk kegiatan GATI
- Edukasi pengasuhan ayah
- Kampanye ayah terlibat
- Kelas ayah
- Diskusi keluarga
- Gerakan ayah mendampingi anak
Sasaran GATI
- Ayah dalam keluarga
- Calon ayah
- ASN dan pekerja laki-laki
- Komunitas keluarga
Program ini mendorong perubahan paradigma bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga ayah.
Hubungan Antar Program
Program-program ini sebenarnya saling melengkapi dalam pembangunan keluarga dan remaja:
| Program | Sasaran Utama | Fokus |
|---|---|---|
| BKR | Orang tua remaja | Pengasuhan remaja |
| Poktan BKR | Keluarga di masyarakat | Wadah kegiatan BKR |
| PIK-R | Remaja | Informasi & konseling remaja |
| Forum GenRe | Aktivis remaja | Penggerak program GenRe |
| GATI | Ayah | Penguatan peran ayah |
Dengan pendekatan ini, pembinaan dilakukan secara holistik:
- Keluarga dibina (BKR)
- Remaja diberdayakan (PIK-R & GenRe)
- Ayah diperkuat perannya (GATI)




